tugas softskill
Paper
Prinsip – Prinsip Animasi Yang Terdapat
Pada Animasi LARVA
- BEE'S HONEY | Cartoon Movie | Cartoons For Children | Larva Cartoon | LARVA
Official

Disusun
Oleh:
Deki panca pradila (11116782)
Universitas
Gunadarma
Sistem
Informasi 2018/2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Animasi sebenarnya merupakan
penyesuaian dari kata ‘animation’ yang berasal dari kata dasar ‘to animate’
dalam kamus umum Inggris - Indonesia berarti menghidupkan. Secara umum animasi
merupakan suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati dan suatu benda
mati diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau
hanya berkesan hidup.
1.2. Tujuan
Mengetahui apa saja prinsip-prinsip animasi pada
sebuah animasi yang terdapat di internet.
1.3. Ruang
Lingkup Materi
Prinsip-prinsip pada animasi.
BAB
II
DASAR
TEORI / LANDASAN TEORI
Modal utama seorang animator adalah kemampuan
meng-capture momentum ke dalam runtutan gambar sehingga seolah-olah menjadi
bergerak atau hidup. Sedikit berbeda dengan komikus, ilustrator, atau
-katakanlah- karikaturis yang menangkap suatu momentum ke dalam sebuah gambar
diam (still). Animator harus lebih memiliki ‘kepekaan gerak’ daripada ‘hanya’
sekedar kemampuan menggambarAda berbagai macam teori dan pendapat tentang
bagaimana seharusnya animasi itu dibuat. Tetapi setidaknya ada 12 prinsip yang
harus dipenuhi untuk membuat sebuah animasi yang ‘hidup’. Ke-12 prinsip ini
meliputi dasar-dasar gerak, pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, sekaligus teknis
pembuatan sebuah animasi.
01. Squash and
stretch

Prinsip dasar yang
sangat populer ini terbilang paling penting dari 12 prinsip yang ada. Squash dan stretch digunakan untuk menampilkan
efek gravitasi, bobot, massa dan fleksibilitas.
02. Anticipation

Anticipation membantu
mengajak penonton agar penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Teknik
ini juga membantu animasi agar terlihat lebih realistis.
03. Staging

Staging berkaitan
erat dengan komposisi dalam hal menentukan point of interest. Walaupun tidak
bergerak, obyek yang perlu mendapatkan perhatian utama harus ditampilkan secara
jelas.
04. Straight ahead
action and pose to pose

Straight ahead action dan pose to pose merupakan 2 teknik penyajian animasi
gambar tangan yang bisa digunakan terpisah atau digabungkan. Straight ahead membutuhkan proses menggambar
dari awal hingga akhir secara berkelanjutan, sementara pose to pose merupakan teknik menggambar frame
awal dan akhir, kemudian dilanjutkan dengan mengisi frame-freame di antaranya.
05. Follow through
and overlapping action

Follow through and
overlapping action digunakan untuk menunjukkan
bahwa tidak semua bagian dari obyek akan berhenti pada waktu yang sama.
06. Slow in and
slow out

Menambahkan
sejumlah frame tambahan akan mampu menampilkan perubahan kecepatan yang lebih
realistis. Pada software animasi teknik ini biasa dikenal dengan istilah ease in dan ease out.
07. Arc

Mengikuti hukum fisika, pada umumnya obyek membentuk
kurva dalam proses bergeraknya. Hal ini biasa diterapkan untuk menampilkan
pergerakan yang lebih alami dan halus.
08. Secondary
action

Secondary action biasa
digunakan untuk mempertegas pergerakan yang dilakukan oleh sebuah obyek. Contoh
yang paling umum terlihat adalah berjalan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
09. Timing

Timing digunakan untuk mengkomunikasikan karakteristik
dari obyek yang bergerak, hal ini juga berkaitan dengan hukum fisika. Sebagai
contoh, proses dan kecepatan jatuhnya bola karet akan berbeda dengan jatuhnya
kotak kayu.
10. Exaggeration

Terlalu realistis pun dapat membuat animasi terlihat
kaku, untuk itu Anda dapat menambahkan pergerakan yang dapat membuatnya
terlihat lebih dinamis dan menarik.
11. Solid drawing

Dalam animasi 2 dimensi, kemampuan mwnyajikan obyek
secara jelas dan konsisten, mulai dari perspektif, anatomi, bobot dan volume,
hingga cahaya dan bayangan.
12. Appeal

Appeal dapat
dibangun melalui pergerakan yang unik untuk masing-masing obyek dan karakter
sehingga kesemuanya memiliki personality yang
khas. Hal ini akan membantu dalam menyajikan cerita yang ingin disampaikan
melalui animasi itu sendiri.
BAB
III
PEMBAHASAN
Video yang digunakan pada pembahasan kali ini
bersumber dari youtube yang berjudul LARVA -
BEE'S HONEY | Cartoon Movie | Cartoons For Children | Larva Cartoon | LARVA
Official
, dengan durasi 33 menit 27 detik, menceritakan tentang dua ekor
larva yang sangat jail . Di video tersebut
terdapat beberapa prinsip animasi yang hadir, contohnya:
-
Anticipation : Dimana Larva merah mengambil
ancang-ancang sebelum memukul poop(kotoran).
-
Squash and Stretch : Lidah Larva kuning yang lentur.
-
Stagging : Larva merah dan Larva kuning melihat madu
tepat diatas mereka.
-
Straight ahead action dan pose to pose : Saat kumbang
berlari.
-
Follow Through : Ketika balon melawati bunga, bunga
tersebut bergerak setelah balon tersebut telah melewatinya. Sedangkan
Overlapping action : Gerakan kotoran hidung(ingus) larva kuning dengan dirinya
sendiri.
-
Slow in - Slow out : Ketika larva kuning dan larva
merah terkena serangan virus dari siput (gerakannya dari cepat menjadi lambat).
-
Arcs : Saat lebah melubangi kaleng (pola lingkaran)
-
Secondary action : Larva kuning dan merah menoleh
kebelakang saat mencoba melarikan diri.
-
Timing : Ketika kumbang berjalan lalu berhenti untuk
memikirkan sesuatu.
-
Exaggeration : Saat serbuk bunga bertebaran ketika gas
yang didalam balon keluar ke udara.
-
Solid drawing : Bayangan larva merah dan larva kuning
pada tanah
-
Appeal : Kepribadian Larva kuning dan larva merah yang
tidak mau mengalah, selalu ingin menang, jail
-
BAB
IV
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pada video animasi tentang pip ini sudah cukup baik
dalam memadukan prinsip prinsip animasi, dan juga visual yang diciptakan sangat
emosional serta sudah high quality image, sehingga penonton merasa terhibur
ketika menonton animasi tersebut, tetapi di balik kelengkapan perpaduan prinsip
animasi dan pembuatan animasi nya, masih ada satu prinsip yang tidak terdapat
pada animasi tersebut yaitu squash and stretch.
Daftar
Pustaka
Komentar
Posting Komentar