TENTANG AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
TENTANG
AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Nama
: DEKI PANCA PRADILA
Kelas
: 4KA07
NPM
: 11116782
SISTEM
INFORMASI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2019/2020
Audit
teknologi informasi memeriksa proses, Aset TI, dan kontrol pada berbagai
tingkatan dalam suatu organisasi untuk menentukan sejauh mana organisasi
mematuhi standar atau persyaratan yang berlaku. Secara virtual, semua
organisasi menggunakan IT untuk mendukung operasi dan pencapaian mereka misi
dan tujuan bisnis mereka. Ini memberi organisasi kepentingan pribadi dalam
memastikan bahwa penggunaan TI mereka efektif, bahwa sistem dan proses TI
beroperasi sebagaimana mestinya dimaksudkan, dan bahwa aset TI dan sumber daya
lainnya dialokasikan secara efisien dan tepat terlindung.
Audit
TI dilakukan baik oleh auditor internal yang bekerja untuk organisasi tunduk
pada audit dan auditor eksternal yang disewa oleh organisasi. Proses dan prosedur
yang diikuti dalam audit internal dan eksternal sering sangat mirip, tetapi peran
organisasi yang diaudit dan personelnya sangat berbeda. Audit kriteria standar
atau persyaratan yang digunakan untuk membandingkan suatu organisasi selama
audit juga bervariasi antara audit internal dan eksternal dan untuk audit berbagai
jenis atau dilakukan untuk tujuan yang berbeda. Organisasi sering terlibat
audit TI untuk memenuhi persyaratan hukum atau peraturan, menilai efektivitas
operasional proses bisnis, mencapai sertifikasi terhadap standar tertentu, menunjukkan
kepatuhan dengan kebijakan, aturan, atau standar, dan mengidentifikasi peluang untuk
peningkatan kualitas proses bisnis, produk, dan layanan.
Pengertian Audit TI
Audit TI merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti – bukti
untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi
aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian
tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki
secara efisien. Audit SI / TI relatif baru ditemukan dibanding audit keuangan,
seiring dengan meningkatnya penggunaan TI untuk mensupport aktifitas bisnis.
Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak
dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah
bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Metode
dan Alat Yang digunakan dalam Audit TSI
1. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan
narasumber. Wawancara terbagi atas dua kategori, yaitu wawancara
terstruktur dan tidak terstruktur.
a. Terstruktur
Dalam
wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa
yang hendak digali dari narasumber. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai
instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta
instrumen-instrumen lain.
b. Tidak
terstruktur
Wawancara
tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman
wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat
poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
2. Observasi
Observasi
adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor
dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur
sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk
penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan
gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang
kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi
menjadi dua kategori, yakni:
a. Participant
Dalam participant observation, peneliti terlibat
secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati
sebagai sumber data.
b. Non
participant
Non participant observation merupakan observasi yang
penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang
diamati.
3. Kuesioner
Kuesioner merupakan
metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner
merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah
mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan
dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden
cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Berdasarkan bentuk
pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu kuesioner
terbuka, kuesioner tertutup, dan kuesioner semi terbuka.
a. Kuesioner terbuka
Kuesioner terbuka
adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk
menjawab.
b. Kuesioner tertutup
Kuesioner tertutup
adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh
objek penelitian.
c. Kuesioner Semi Terbuka
Kuesioner semi
terbuka adalah kuesioner yang pilihan jawabannya telah diberikan oleh peneliti,
namun objek penelitian tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan
kemauan mereka.
4. Studi Dokumen
Studi dokumen adalah
metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian.
Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam
dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam
pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:
a. Dokumen
primer
Dokumen primer adalah
dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa,
misalnya: autobiografi
b. Dokumen
sekunder
Dokumen sekunder
adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan atau cerita orang lain,
misalnya: biografi.
Para auditor sistem informasi secara khusus
berkonsentrasi pada evaluasi kehandalan atau efektifitas pengendalian / kontrol
sistem. Kontrol adalah sebuah sistem untuk mencegah, mendeteksi atau
memperbaiki situasi yang tidak teratur. Terdapat tiga aspek penting yang
berkaitan dengan definisi kontrol di atas, yaitu :
a.
kontrol adalah sebuah sistem, dengan kata lain kontrol terdiri atas sekumpulan
komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai
tujuan yang sama.
b. Fokus dari kontrol adalah situasi yang
tidak teratur, dimana keadaan ini bisa terjadi jika ada masukan yang tidak
semestinya masuk ke dalam sistem. Jurnal Informatika
2 . Kontrol digunakan untuk mencegah,
mendeteksi dan memperbaiki situasi yang tidak teratur, sebagai contoh :
a. Preventive control : instruksi yang
diletakkan pada dokumen untuk mencegah kesalahan pemasukan data
b.
Detective control : Kontrol yang diletakkan pada program yang berfungsi
mendeteksi kesalahan pemasukan data
c. Corrective control : program yang dibuat
khusus untuk memperbaiki kesalahan pada data yang mungkin timbul akibat
gangguan pada jaringan, komputer ataupun kesalahan user.
Secara umum, fungsi dari kontrol adalah untuk
menekan kerugian yang mungkin timbul akibat kejadian yang tidak diharapkan yang
mungkin terjadi pada sebuah sistem.
Tugas auditor adalah untuk menetapkan apakah
kontrol sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan untuk mencegah terjadinya
situasi yang tidak diharapkan. Auditor harus dapat memastikan bahwa setidaknya
ada satu buah kontrol yang dapat menangani resiko bila resiko tersebut
benar-benar terjadi.
Jenis-Jenis
Audit dan Ruang Lingkup
Audit
berarti pemeriksaan. Dalam konteks akuntansi, audit merupakan pemeriksaan yang
berkaitan dengan berkas dan laporan keuangan sebuah organisasi atau institusi. Jenis-jenis
Audit berdasarkan bidang yang diperiksa :
· Audit
Operasional
Audit
ini melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan operasional yang dilakukan oleh
sebuah perusahaan. Adapun hal-hal yang tercakup di dalam audit operasional
adalah kebijakan akuntansi dan operasional manajemen yang telah ditetapkan.
Auditor akan memeriksa apakah kegiatan operasional sudah berjalan sesuai dengan
koridornya secara efektif dan efisien.
· Audit
Laporan Keuangan
Seperti
namanya, audit keuangan berarti melakukan evaluasi terhadap laporan sebuah
entitas dalam organisasi atau instansi. Boleh dibilang, audit laporan keuangan
merupakan jenis audit yang cukup sensitif dan mendebarkan. Auditor akan
mengecek kesesuaian antara data-data di dalam laporan dan data-data riil untuk
menghasilkan sebuah pendapat apakah laporan tersebut telah sesuai atau belum
sesuai prinsip-prinsip yang berlaku.
· Audit
Ketaatan
Audit
keuangan bertujuan untuk mengetahui apakah organisasi atau institusi sudah
menjalankan kegiatannya sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak. Aturan
yang harus dipenuhi pun tidak hanya berasal dari internal organisasi atau instistusi,
tetapi juga dari eksternal seperti aturan pemerintah.
· Audit
Sistem Informasi
Di
era digital ini, akuntansi pun turut memanfaatkan kehadiran teknologi. Kantor
Akuntan Publik (KAP) akan melakukan pemeriksaan terhadap organisasi atau
institusi yang melakukan proses data akuntansi pada sistem EDP.
Dalam
proses audit ini pun, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Auditor harus mampu
menjaga kerahasiaan data dan melindungi komputer dari berbagai sisi seperti
modifikasi data, akses dari phak yang tidak memiliki otoritas, dan sebagainya.
Gantz, Stephen.
2013. The Basics of IT Audit Purposes, Processes and Practical Information, 1st
Edition, Syngress, Elsevier
Komentar
Posting Komentar